KATAKAN DENGAN BUNGA

Musik dan tarian dikenal luas sebagai bahasa universal lintas bangsa, adat, dan generasi, begitupun halnya dengan bunga. Sejak beribu-ribu tahun silam, bunga sangat erat kaitannya dengan berbagai tradisi bangsa-bangsa di dunia, seperti saat upacara pernikahan, perayaan kelahiran, ulang tahun, ritual keagamaan, hingga upacara kematian. Senada dengan peribahasa "Katakan dengan bunga", bunga kerap kali menjadi perlambang perasaan, pemikiran, pengalaman, hingga impian serta harapan dari seseorang kepada orang lain. Pemberian bunga tidak hanya melulu soal asmara, ini bisa saja menjadi simbol kegembiraan, simpati serta duka cita yang menimpa kolega ataupun keluarga.

Di balik jenis dan warna bunga yang beragam, terdapat makna dan arti tersendiri, seperti kemurnian dan kepolosan yang dilambangkan oleh lili putih, sedangkan bunga poppies merupakan perlambang dari sebuah usaha. Di lain sisi, bunga mawar dengan warna yang berbeda memiliki arti yang berbeda pula, seperti mawar merah dan burgundy yang kerap dihadiahkan kepada pasangan melambangkan rasa cinta dan kekaguman, mawar kuning yang cerah ceria merupakan perlambang persahabatan, mawar berwarna ungu dan lavender melambangkan gairah dan mengekspresikan kemegahan, mawar pink mengartikan rasa syukur dan kelembutan, mawar putih berarti kepolosan atau kemurnian, mawar oranye merupakan isyarat gairah dan rasa antusias, mawar berwarna salmon mengartikan semangat dan sesuatu yang unik nan autentik, mawar krem berarti pesona dan rasa perhatian, mawar hijau mengartikan semangat hidup dan kesegaran, mawar biru menyimbolkan misteri dan keunikan, serta yang terakhir adalah mawar hitam yang merupakan simbol misteri dan duka cita. Namun, setelah mengetahui makna dari setiap warna dan jenis bunga tersebut, apakah anda mengetahui arti dan pengaruh psikologis yang sebenarnya dari tradisi memberikan bunga ?

Peneliti dari Rutgers University, New Jersey, McGuire dan Haviland-Jones mengemukakan bahwa seseorang yang menerima karangan bunga memiliki kecenderungan menjadi pribadi yang lebih lekat dan hangat dengan pemberinya. Menelengkan kepala dan melangkah mendekati pihak pemberi merupakan tanda bahwa suasana hati seseorang menjadi lebih bahagia dn tenang, setelah menerim bunga. Di lain sisi, orang yang memberi bunga, terliht lebih sukses, supel, bahagia, dan mapan.

Haviland-Jones menjelaskan lebih lanjut bahwa bunga dapat berefek seperti hewan peliharaan yaitu mampu mereduksi tingkat stress seseorang. Aroma wewangian yang dihasilkan dari bunga juga mampu mengubah emosi seseorang menjadi lebih baik yang berimplikasi terhadap kesehatan reproduksi. Dalam riset ini juga mengemukakan bahwa lansia yang diberi bunga memiliki kecenderungan peningkatan memori, serta para wanita yang menerima bunga lebih sering tersenyum daripada biasanya.

Riset lain yang dimuat oleh Huffingtonpost juga menjelaskan keterkaitan bunga dengan ranah profesional dan terapeutik. Karyawan yang menempatkan bunga ruang kerjanya cenderung lebih produktif dan kreatif dalam melaksanakan tugasnya. Di lain hal, pasien pasca pembedahan yang diberi bunga cenderung mengalami gangguan nyeri lebih kecil, tekanan sistolik dan nadi yang lebih rendah, serta menunjukkan gejala keletihan dan kecemasan yang lebih kecil. Oleh karena itu tidak berlebihan jika dalam film Patch Adams (1998) menyampaikan pesan bahwa "obat terbaik adalah kondisi psikologis yang baik".

Dikutip dari The Telegraph, bunga juga dihubungkan dengan percintaan, psikolog mendapatkan kesimpulan bahwa perempuan lebih cenderung menanggapi pendekatan pria yang membawakannya bunga. Selanjutnya, peneliti University of South Britanny, Perancis, melihat bahwa wanita muda lebih memiliki potensi untuk membagikan kontak mereka kepada pria yang ia temui di sekitar toko bunga. Dr. Tom dari University of Westminster mengemukakan bahwa objek dapat mempengaruhi dan mengarahkan tindakan seseorang meski tanpa disadari. Bunga acap kali dikaitkan dengan romansa, dan orang-orang banyak yang bertingkah laku menyesuaikan asosiasi tersebut, kondisi ini disebut sebagai konsep automatic atau behavioral priming.

Dampak-dampak psikologis pemberian serta penerimaan bunga ini secara tidak sengaja melanggengkan budaya yang telah sekian lama terbentuk. Selama memiliki dampak positif kepada kondisi mental dan fisik seseorang, lantas apa salahnya untuk mengutarakan perasaan dan isi hati menggunakan bunga ? 😊